Sabtu, 16 Agustus 2008

MY FRAME tanpa KEHILANGAN ASA

Dalam ratusan konsultasi romance yang saya layani, semua
sesi itu hampir selalu dimulai oleh si cowok yang berkata
lirih, "Gimana caranya supaya gue bisa deketin cewe ini?"

Walaupun tingkat putus asanya berbeda-beda, kalau sudah
sampai mengatur jadwal konsultasi dengan saya, biasanya
itu berarti dia sudah mencoba seribu satu macam cara tanpa
melihat keberhasilan yang diinginkan.

Bukan sekedar putus asa, tapi sampai kehabisan asa.

Sekarang saya mau kamu santai dan coba mengingat
KEJADIAN SERUPA yang pernah atau sedang kamu
alami.

Cewek yang dimaksud bisa tetangga, teman kuliah, staff
ruangan sebelah, atasan manajerial di kantor, atau mungkin
cewek asing yang baru sekali itu bertemu.

Salah satu cara adalah kamu memburu informasi tentang
kesukaan cewek itu, misalnya makanan atau minuman
favorit, supaya kamu bisa memulai pembicaraan itu
dengannya. Cara lain juga bisa dengan cara pura-pura
meminjam barangnya. Itu adalah cara jadul yang cuma
berhasil di film-film Warkop DKI.

Kalau dia cewek asing, kamu mungkin akan melirik atribut
fisik yang dia kenakan dan mencari bahan pembicaraan dari
sana. Atau bisa juga kamu bertanya apakah dia sedang
menunggu teman, lalu dilanjutkan dengan memuji sense of
fashion. Cukup tipikal.

Masih banyak lagi cara lainnya, dan semua itu adalah
macam-macam jawaban yang kamu dapatkan dari,
"Gimana caranya supaya gue bisa deketin cewe ini?"

Hari ini kamu akan belajar tentang hal pentingnya
mengajukan PERTANYAAN YANG BENAR untuk mendapatkan
jawaban yang SESUAI dengan kebutuhanmu.

Tidak peduli betapa hebat atau manjurnya jawaban itu, jika
kamu mengajukan pertanyaan yang SALAH, berarti kamu
memulai dengan SALAH dan akan menyelesaikannya
dengan SALAH juga.

Jawaban memang penting, tapi pertanyaan juga tidak kalah
pentingnya, karena itu menggambarkan FRAME cara
berpikirmu.

Frame adalah bingkai, perangkat, standar, atau modal
pemikiran yang kamu miliki ketika menghadapi sesuatu.

Sekedar ilustrasi guyon, kamu pasti bisa merasakan
perbedaan dalam kedua pertanyaan ini:

1. "Gimana caranya bisa dapetin cewe anu?"
2. "Gimana caranya bisa dapetin anu cewe?"

*ini space untuk tertawa*

Kamu lihat sendiri, perbedaan letak minor saja bisa
menghasilkan dua jawaban yang sangat berbeda.

Apalagi jika kamu mengajukan pertanyaan yang salah.

Nah, dalam konteks romance, "Bagaimana cara deketin
cewek ini?" adalah pertanyaan yang salah. Ini mungkin
satu faktor penting yang selalu membuatmu gagal memulai
hubungan dengan cewek yang kamu ingini.

Kenapa? Karena pertanyaan itu tidak menempatkan kamu
pada FRAME YANG SEHARUSNYA.

Coba kamu renungkan ini.

Cewek memiliki ketertarikan alamiah terhadap lawan jenis
yang memiliki nilai tinggi, dan salah satu kriterianya adalah
atribut kepemimpinan. Tanyakan pada cewek manapun,
mereka pasti mengkonfirmasi desiran kimiawi misterius
setiap kali melihat kalangan boss atau manajer di kantor
mereka.

Cewek itu mentally built untuk dipimpin. Jangan salah
mengartikan bahwa cewek tidak bisa jadi pemimpin. No.
Saya memiliki banyak teman cewek yang jauh lebih cakap
dalam kepemimpinan dibandingkan rekan-rekan cowonya,
dan itu adalah hal yang membanggakan.

Saya hanya mengatakan bahwa DALAM KONTEKS
ROMANCE, cewek akan secara secara insting menyerahkan
diri ke bawah pimpinan cowok.

Bahkan, itu bukan sekedar insting, tapi juga IMPIAN
TERBESAR mereka. Yakni bertemu dengan sang Ksatria
Berkuda yang akan membawa mereka bertualang ke negeri
seberang.

Jadi jika pikiranmu adalah "Bagaimana saya deketin
cewek?", kamu semenjak awal sudah menjadi cowok yang
tidak memimpin.

Dengan berpikir seperti itu, meliriknya dan mencari-cari
topik yang tepat, kamu secara tidak sadar mengirimkan
sinyal bahwa kamu tidak memiliki atribut
kepemimpinan yang kuat.

Tidak kuat bagaimana maksudnya?

Jika kamu memulai dengan bertanya apakah dia sendirian
atau menunggu teman, kamu sedang MENYERAHKAN
OTORITAS kepadanya. Itu seolah-olah menyampaikan,
"Kalo mo ngobrol ama gue, bilang aja lagi sendirian. Kalau
engga, bilang lagi nunggu teman. Terserah elo mo yang
mana, tapi kasih gue kesempatan lah.."

Jika kamu memulai dengan memuji kostum atau fisik,
kamu secara langsung menyampaikan minat kamu
padanya. Ini bukan tindakan yang tepat untuk dilakukan,
apalagi jika dia adalah cewek cakep yang selalu
MENDAPAT PUJIAN seperti itu tiap harinya.

Jika kamu memulai pembicaraan dengan makanan atau
favoritnya yang lain, dia juga akan langsung merasa kamu
BERSEDIA TENGGELAM ke dalam dunianya.

Ketiga strategi di atas adalah hasil elaborasi dari bagaimana
cara mendekati seorang cewek. Ketiganya menggambarkan
posisimu sebagai PENGEJAR. Kamu membiarkan cewek
tersebut selalu berada di depan kamu, sementara kamu
berlari di belakangnya pontang-panting menyusun kalimat
pembicaraan.

Bukan kamu yang memimpin cewek itu, justru DIA yang
memimpin kamu. DIA yang membuatmu berkeringat
dingin berpikir apakah kamu harus maju atau tidak. DIA
yang menjadikan seluruh tubuh dan wajahmu menjadi
tegang untuk alasan yang tidak jelas.

Saya berani bertaruh, hal-hal di atas sama sekali tidak
mencerminkan sang Ksatria Berkuda yang dia tunggu-
tunggu selama ini.

Itu yang saya maksud bahwa berpikir dengan cara itu tidak
akan membuatmu memancarkan atribut seorang pemimpin.

Sekalipun kamu jago akting dan pintar menyembunyikan
ketegangan, tapi tetap saja cewek adalah cewek adalah
makhluk yang paling sensitif dalam hal menangkap sinyal
dan bahasa tubuh. Jadi kamu bisa sangat yakin bahwa
mereka bisa menerima sinyalmu dan langsung menutup
dirinya bahkan sebelum kamu berhasil menyelesaikan
kalimat pertama.

Kamu membutuhkan FRAME YANG TEPAT agar dapat
berhasil membuka hubungan dengan lancar. Ucapkan
kalimat ini dengan lantang dan bersuara sekarang juga:

SAYA HARUS MEMIMPIN, BUKAN SEBALIKNYA.

Bagaimanakah frame berpikir seorang pemimpin?

Seorang pemimpin tidak akan berpikir bagaimana cara
mendekati cewek. Dia tidak akan berkonsentrasi pada sang
cewek atau atribut apapun yang dikenakannya. Dia juga
tidak akan sudi mencari informasi tentang cewek itu.

Seorang pemimpin akan berpikir bagaimana membuat
hidupnya jauh lebih baik, nyaman, dan menyenangkan. Dia
akan begitu menikmati dunia yang dia geluti. Dia hanya
haus akan informasi yang berhubungan dengan dunianya.

Seorang pemimpin tidak membutuhkan apa-apa SELAIN
orang untuk dipimpin. Itu adalah frame yang kuat, frame
yang memberikan pengaruh kepada cewek yang akan kamu
ajak berbicara.

Kamu harus membiasakan diri mengembangkan frame
yang demikian dalam kehidupan sehari-hari. Ini sangat
krusial bagi perkembangan hidupmu, khususnya dalam
romance.

Frame yang berbeda akan menciptakan pertanyaan yang
berbeda juga. Bukannya berpikir, "Gimana cara deketin?",
kamu akan berada puluhan langkah di depan dengan
otomatis berpikir, "Gimana cara KASIH DIA
KESEMPATAN untuk tertarik ama gue?"

Pernahkah kamu berpikir seperti itu?

That's the position you want to have before and after
approaching any girls!

Sekalipun kamu belum mendekatinya, tapi secara mental
kamu sudah jauh memimpin dia. Kamu tidak tenggelam
dalam obyekmu. Kamu akan berpikir, "Ya okelah dia
gayanya asyik, cakep, and modis. But so what gitu lho?
Taruhan dia ngga tau sedikitpun tentang bla bla bla.." dan
kamu mulai menyebutkan sejumlah bidang yang kamu
sangat kuasai.

Dengan posisi mental seperti itu, kamu akan
mentransmisikan sinyal bahwa kamu adalah seseorang
yang bernilai tinggi. Semua cewek yang masih berpikiran
sehat akan dengan sangat senang hati untuk membuka diri
jika kamu berangkat dari posisi demikian.

Sekalipun mereka tidak bisa membaca isi pikiranmu itu,
mereka akan dapat membacanya dari bahasa tubuh dan
ucapan yang kamu pakai saat membuka pembicaraan.

Bagi beberapa cowok, membuka hubungan sama sekali
bukan hal yang mudah, mala kamu membutuhkan semua
bantuan agar bisa melewati proses tersebutdengan sedikit
lebih mudah. Sekarang kamu tahu caranya: miliki frame
yang kuat.

Bantu dirimu membantu dirinya menerima dirimu.

Frame tersebut akan menciptakanmu sebagai gambaran dari
impian cewek-cewek. Jika kamu bertemu dengan figur
yang kamu dambakan, bagaimana sikap dan perasaan saat
itu? Nah sekarang bayangkan kamulah FIGUR IMPIAN itu
dan kamu sedang memberi beberapa cewek kesempatan
untuk mengenalmu, bagaimana sikap dan perasaan mereka?

Ini adalah pelajaran yang sangat powerful, saya tidak ingin
kamu menyia-nyiakannya. Mulai detik ini, berjanjilah
kamu akan mempraktekkan frame yang kuat setiap kali
melihat cewek di luar sana, baik itu temanmu atau orang
asing.

Itu akan membawamu pada proses berpikir yang jauh lebih
menyenangkan. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul pun
akan penuh tantangan, daripada bernada depresi. Komitmen
pada frame seperti ini pada akhirnya akan menjadikanmu
pribadi yang lebih sukses dalam setiap aspek kehidupan, di
dalamnya termasuk romance.

Mulai sekarang, miliki frame yang kuat, dan jadilah
pemimpin!

Tidak ada komentar: